Kisah Inspiratif Bulan Ramadhan
Peduli
Ipang
& Nugi? Hmm mungkin bagi sebagian orang nama tersebut sudah tidak asing
lagi, khususnya bagi mereka yang lahir di tahun 90an dan menginjak masa remaja
di tahun 2000an . Ipang & Nugi merupakan salah satu contoh kenakalan remaja
yang hakiki dan banyak remaja seperti saya tanpa sengaja mengikuti jejak mereka
:D But wait, di tulisan ini saya tidak akan menulis tentang kenakalan ataupun
kehidupan malam yang mereka jalani, melainkan saya angkan bercerita tentang
perjalanan dua orang sahabat dan juga arti kata peduli bagi mereka .
Jengjengjengjenggg ...
Oke cerita ini dimulai!
Pada
suatu hari di bulan ramadhan yang pernuh berkah Ipang & Nugi memutuskan
untuk melakukan perjalanan jauh menuju provinsi banten, tepatnya menuju ke
daerah rangkasbitung menggunakan sepucuk vespa . Kenapa saya katakan sepucuk?
Karena medan yang akan di lewati sangatalah berat dan juga kendaraan yang akan
di temui begitu tak sebanding dengan kendaraan yang di gunakan oleh Ipang &
Nugi ( bisa di katakan nekat dan juga bodoh ) tapi dengan keyakinan dan
semangat yang membara dan juga persiapan yang matang ( hampir gosong ),
akhirnya Ipang & Nugi memutuskan berangkat menuju rangkas bitung setelah
selesai melaksanakan sholat subuh . Nah di karenakan persiapan nya sangat
matang .. Pada km ke 1 Ipang & Nugi
memtusukan mampir ke salah satu bengkel tak jauh dari kediaman mereka ( baru
juga 1 kilo, udah ke bengkel aja ) . Mereka mengganti ban depan dan belakang
dengan yang baru agar lebih nyaman di gunakan saat berboncengan . Bocoran
sedikit, jarak dari kediaman menuju lokasi yang mereka tuju ialah 98,8 km (
Hampir 100km menggunakan sepucuk vespa ) .
Setelah
selesai mengganti ban dengan yang baru, mereka melanjutkan perjalan yang masih
teramat jauh ( Baru km 1 saja mereka sudah menunjukan arti kata ‘peduli’ yaitu
peduli dengan keselamatan ) . Singkat cerita, dengan bermodalkan arah mata
angin dan google maps akhirnya mereka sampai di daerah tenjo yang jaraknya
masih cukup jauh dari lokasi yang mereka tuju . Nugi bertanya kepada Ipang
berapa lama lagi mereka akan sampai, Ipang memperkirakan ini baru setengah dari
jarak tempuh yang harus mereka jalani . Perjalanan mereka menuju daerah tenjo
tidaklah mudah, dengan cuaca yang sangat panas, ditambah banyaknya kendaraan
besar seperti truck pengangkut pasir, jalanan yang rusak bertabur debu dan
mereka juga harus melaksanakan kewajiban untuk berpuasa ( Kurang lebih di km
49,4 mereka telah menunjukan arti kata ‘peduli’ yang ke 2 yaitu peduli terhadap
sesama umat muslim yang menjalankan ibadah puasa dan juga peduli terhadap apa
yang dirasakan fakir miskin disaat tidak ada makanan bahkan minuman untuk
dinikmati ) .
Nugi : Pang, pinggang gua
mati rasa .. kagak ada rasanya!
Ipang : Gua kasih masako
sini pinggang lo nug, mau?!
Nugi : Lah lo kira
pinggang gua sop rahasia dapur nenek?!
Ipang hanya membalas
perkataan nugi dengan tertawa, dan melanjutkan perjalanan yang amat berat
tersebut .
Jengjengjengjenggg
.. tak lama setelah mereka berbincang singkat, akhirnya hal yang di nanti oleh
malaikat malik pun tiba . ‘DUAAARRR’ dengan lantang layaknya suara hati ketika
membuka SiakNG, ban belakang kendaraan mereka meledak dan tanpa di sangka pula
ternyata velg ban mereka telah hancur dan tidak dapat digunakan lagi! ( lokasi
di jalan sepi, tidak ada bengkel, hanya ada sawah dan kerbau yang tak bisa di
andalkan ) Namun untungnya dengan persiapan yang matang dan keahlian yang
mereka miliki, akhirnya mereka mengganti ban yang meledak tersebut dengan ban
cadangan yang telah mereka bawa ( di saat mereka terkena musibah pun, mereka
dapat menunjukan arti kata ‘peduli’ yaitu peduli terhadap apa yang mungkin
terjadi dimasa mendatang dan mereka harus mempersiapkannya ).
Oke
lanjut pangggg ... Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju lokasi yang telah
di tetapkan. Dengan rasa haus dan lapar yang teramat menyiksa, ditambah cuaca
yang semakin panas membuat Ipang & Nugi memiliki niat untuk membatalkan
puasa :D namun dengan keterbatasan warung dan didorongkan keinginan luhur untuk
tetap berpuasa, Alhamdullilah Ipang & Nugi tetap melanjutkan perjalanan
menuju lokasi dalam kondisi berpuasa . Namun cobaan seakan tak mau pergi,
selama perjalanan mereka di suguhi banyaknya orang tak berpuasa dan seakan
mereka enggan menghormati orang yang sedang berpuasa . Mereka pun teringat
dengan spanduk yang bertuliskan ‘Selamat Menjalankan Ibadah Puasa . Hormatilah
Orang yang Tidak Berpuasa’ spanduk tersebut di buat oleh pihak kepolisian agar
tidak terjadi aksi sweeping yang dilakukan oleh ormas tertentu .
( Dengan santai, tanpa
maksud menyinggung pihak manapun dan juga menggunakan logat betawi Ipang &
Nugi pun berbincang singkat )
Ipang : Etdah suekkkk,
bulan juga bulan guee lah ngapa jadi elu yang di hormatin!
Nugi : Lah etdah yang
gini gini nih pang... emang pengen amat di hormatin kaya bendera! hormat
bendera mah pas upacara, bukan pas maen warnet! Ibarat kata nih panggg .. lah
orang gua yang ulang tahun, ngapa jadi lau bos yang minta di selametin!
Ipang : Jiahahaha sa ae
yang ultah kagak di selametin!
Nugi : Sueekk!
Oke
lanjut .. Dan singkat cerita, dari pada puasa mereka batal atau pahalanya
berkurang karena ngomol-ngomel berdua . Akhirnya mereka pun sampai di tempat
tujuan untuk melaksanakan kegiatan kerjasosial di daerah rangkasbitung,
walaupun dengan perjuangan dan juga rintangan yang bisa dikatakan cukup berat.
Lagi-lagi mereka berdua dapat menunjukan arti kata ‘PEDULI’ dengan ikut serta dalam mensukseskan kegiatan
kerja sosial yang di laksanakan oleh fakultas tempat mereka menimba ilmu .
Tingkatkan Kepedulian Untuk Kebaikan!
Penulis : Harseno Utomo

Komentar
Posting Komentar